RSS

Motivasi

Bahwa kesempurnaan itu milik Allah swt, dan manusia berkewajiban untuk terus menuntut ilmu. Sabda nabi, bahwa kewajiban ilmu bagi kaum muslim adalah semenjak lahir sehingga dia meninggal. Tak harus dengan pendidikan formal, tapi semua media dapat kita jadikan sebagai sumber ilmu. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang semakin bertambahnya ia maka akan semakin mendekatkanmu kepada Allah dan semakin memperbagus akhlakmu. Apabila engkau pandai akan suatu ilmu, tetapi membuat dirimu jauh dari Allah…maka percayalah bahwa ilmu itu tidak berkah, sama sekali tak berkah.

Al Baarakah adalah: Kebaikan yang banyak dan tetap pada sesuatu, baik harta, anak maupun ilmu. Segala sesuatu yang Allah berikan kepadamu, maka engkau memohon kepada-Nya agar dikaruniakan keberkahan di dalamnya. Karena jika Allah Ta’ala tidak memberikan keberkahan pada hal-hal yang telah Dia berikan kepadamu, maka engkau akan terhalang untuk memperoleh banyak kebaikan.

Bagaimana, supaya ilmu yang diperoleh menjadi berkah? Alim Ulama menjelaskan, bahwa keberkahan ilmu didapat atau tidak adalah tergantung bagaimana dia mendapatkan ilmu itu. Minimal ada 4 sikap dati dalam menuntut ilmu agar dia menjadi berkah, yaitu ta’dhim wal ikhtiram, tasdiq wal yaqin, ta’atsur fil qalbi dan niyatul ‘amal wa tabligh. Untuk lebih jelasnya, silahkan belajar lebih lanjut. Selamat belajar, man jadda wa jada (barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat).

 

2 responses to “Motivasi

  1. evi

    Januari 24, 2012 at 7:13 am

    Assalamualaikum Wr.Wb. Salam super!. Membaca blog njenengan, sangat menarik dan sarat ilmu. Tapi, kemudian muncul keinginan saya untuk berdiskusi ttg sesuatu. Kebetulan saya lulusan sarjana keperawatan. Dan saat ini bekerja di sebuah RS pemerintah. Tidak lama, ada sahabat yg menawarkan juga untuk mengajar di SMK Kesehatan. Namun muncul dilema ketika akan mengiyakan tawaran tersebut. Disatu sisi, saya ingin melanjutkan pengalaman saya mengajar, mentransfer ilmu, dan bermanfaat, namun di sisi lain, saya belum paham benar goal setting dari produk smk keperawatan. Saya ragu apakah keberadaan SMK-SMK Keperawatan yg makin marak ini akan berdampak baik bagi pengembangan profesi kedepannya? Dimana profesi perawat saat ini cenderung sering direndahkan. Dari materi yg anda upload di blog ini, saya juga menginterpretasikan, bahwa tingkat penguasaan materi tersebut bukankah layaknya baru didapat oleh mereka yg setingkat diploma/sarjana? Saya sendiri juga bingung jadinya bgmn membedakan SMK, AKPER dan STIKES, jika materi yg diberikan nyaris tak berbeda. Lalu kenapa SPK harus dihapus????? Mohon saran dan opininyaa….. Jazakallah.

     
    • hendrosmk

      September 10, 2012 at 1:22 am

      Wa’alaikum salam, maaf atas keterlambatan opini yang saya sampaikan. Karena selama 6 bulan tidak membuka tulisan saya di wordpress…kebetulan dimasa yang akan datang beralih ke blogspot. Sebenarnya kedudukan SMK didasarkan atas kepentingan persiapan yang lebih dini dalam menerima ilmu keperawatan. Namun pemberian ilmu tidak bisa disamakan dengan tingkat D3 atau S1, hanya secara umum. Adapun materi yang kami ingkap disini adalah sebagai dasar pengetahuan saja yang tidak wajib bagi mereka yang belajar di SMK. Sekedar buat pengayaan bagi mereka yang ingin berkembang dan memiliki kualitas lebih. Karena dasar utama dari pendidikan adalah pembinaan karakter manusia yang berkualitas. Saya mendukung bagi siapapun yang mengabdikan diri dan dedikasinya untuk dunia pendidikan karena ialah pembangun-pembangun bangsa yang sebenarnya.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: