RSS

PENGANTAR DASAR-DASAR PENYAKIT UNTUK SMK KESEHATAN

03 Agu

Materi yang disampaikan :

1.  Kardiovaskuler

2.  Respiratori

3.  Sistem pencernaan

4.  Genitourinaria

5.  Metabolik sistemik

Definisi sehat :

1.  Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).

2.  Definisi sehat dalam keperawatan sehat : perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. (pender (1982))

3.  Sehat : fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care resouces) yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care aktions) secara adekual.self care resoureces : mencangkup pengetahuan, keterampilan dan sikap.self care aktions : perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahan kan dan menigkatkanfungsi psicososial dan spiritual. (paune (1983).

4.  Kesehatan menyatakan bahwa: kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi (uu no.23,1992)

5.  Definisi sehat dalam bidang epidemiologi:  Ada atau tidak ada penyakit.

Ciri-ciri sehat :

Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, Emosional, dan spiritual.

  1. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
  2. Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
  3. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni tuhan yang maha kuasa (allah swt dalam agama islam). Misalnya Sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
  4. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
  5. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

Aspek-aspek pendukung kesehatan :

Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yg terasa berarti tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti kanker yg baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berarti sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat.

Sesungguhnya sehat adalah suatu kondisi keseimbangan, di mana seluruh sistem organ di tubuh kita bekerja dengan selaras. Faktor-faktor yg mempengaruhi keselarasan tersebut berlangsung seterusnya adalah:

  1. Nutrisi yang lengkap dan seimbang.
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olah raga yang teratur
  4. Kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang
  5. Lingkungan yang bersih

Apabila salah satu saja dari kelima faktor ini tidak tercukupi, akan membuat keseimbangan kinerja organ tubuh terganggu. Sesungguhnya tubuh memiliki mekanisme otomatis untuk mengembalikan keseimbangan kesehatannya , akan tetapi apabila hal ini berlangsung terus-menerus atau kekurangan tersebut dalam jumlah yg cukup besar, maka tubuh tidak mampu mengembalikan keseimbangan, dan hal inilah yg kita sebut sakit.

Istimewanya tubuh manusia, walaupun dalam kondisi sakit tubuh tersebut tetap dapat memulihkan dirinya sendiri. Untuk itu perlu dibantu dengan nemberikan nutrisi dalam jumlah yang memadai secara lengkap ditambah dengan istirahat yang cukup. Dalam keadaan ini obat bukanlah faktor utama pemulihan, karena ada sebagian orang yg dapat pulih dari sakit tanpa bantuan obat, seperti misalnya penderita flu dan pilek. Obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Definisi sakit :

  1. Sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun
    (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas
    kerja/kegiatannya terganggu.( uu no.23,1992).
  2. Sakit : defiasi / penyimpangan dari status sehat.(pemons (1972))
  3. Sakit : gangguan dalam fungsi normal individu sebagai tatalitas termasuk
    keadaan organisme sebagai siste biologis dan penyesuaian
    sosialnya.(bauman (1965).
  4. Penyakit adalah : suatu manifestasi dari timbulnya gangguan atau kelainan pada diri seseorang yang sehat. Penyakit(illness,disease) Objektif. Sakit(sick) Subjektif. seseorang sakit belum tentu ada penyakit, sebaliknya ada penyakit belum tentu sakit.

Ciri-ciri sakit :

1.  Individu percaya bahwa ada kelainan dalam tubuh ; merasa dirinya tidak sehat / merasa timbulnya berbagai gejala merasa adanya bahaya.

Mempunyai 3 aspek :
– secara fisik : nyeri, panas tinggi.
– kognitif : interprestasi terhadap gejala.
– respons emosi terhadap ketakutan / kecamasan.

2.  Asumsi terhadap peran sakit (sick rok).penerimaan terhadap sakit.

Macam-macam penyakit :

Penyakit menular :

Penyakit menular yang juga dikenal sebagai penyakit infeksi dalam istilah medis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka bakar dan trauma benturan) atau kimia (seperti keracunan) yang mana bisa ditularkan atau menular kepada orang lain melalui media tertentu seperti udara (tbc, infulenza dll), tempat makan dan minum yang kurang bersih pencuciannya (hepatitis, typhoid/types dll), jarum suntik dan transfusi darah (hiv aids, hepatitis dll). Penyakit menular : batuk,influenza, AIDS (acquired immune deficiency syndrome)/hiv disease, gonorrhea & chlamydia,herpes,dhf,diare,types dll.

Penyakit tidak menular :

Penyakit yang tidak disebabkan oleh kuman, tetapi disebabkan karena adanya problem fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia. Adapun penyakit yang tidak menular adalah penyakit yang diderita pasien yang pada umumnya disebakan bawaan/keturunan, kecacatan akibat kesalahan proses kelahiran, dampak dari berbagai penggunaan obat atau konsumsi makanan serta minuman termasuk merokok, kondisi stress yang mengakibatkan gangguan kejiwaan. Lebih lanjut akan kita bahas satu persatu berbagai macam penyakit baik itu yang menular ataupun penyakit tidak menular yang kerap diderita manusia, termasuk gajala dan proses penanganan atau pengobatannya baik dari obat-obatan medis (kimia) maupun obat-obatan
tradisional. Penyakit tidak menular : amandel,penyakit ginjal, buta warna,penyakit jantung, astma dll.

Blum(1974): empat faktor berpengaruh pada faktor kesehatan :

  1. Lingkungan, termasuk sosio-budaya
  2. Perilaku
  3. Pelayanan kesehatan
  4. Genetik/keturunan (herediter)

Model-model menjelaskan timbulnya penyakit yaitu : Segitiga epidemiologi(The epidemiologic Triangle), proses penyakit merupakan kombinasi 3 faktor, agent, host and environment serta melibatkan vektor.

Agent (bibit penyakit)

  1. Biotis (mikroorganisme, bakteri, virus). Biotis → penyakit infeksi
  2. Abiotis : nutrisi (def.vit.A), kimiawi (toksin, asap rokok,alkohol, racun), fisik(radiasi, kebakaran, bising), mekanik (kecelakaan). Abiotis → penyakit bukan infeksi.

Agen penyebab yang menimbulkan penyakit

  1. Protozoa, parasit uniseluler hewan, mis Plasmodium, amoeba
  2. Metazoa, parasit multiseluler hewan, mis cacing pita
  3. Fungus, uniseluler tumbuhan,umumnya bermanfaat bagi manusia, berbahaya histoplasmosis
  4. Bakteri,patogen,mis Streptococcus B hemolyticus
  5. Rickettsiae,antara bakteri & virus, Rocky mountain spotted fever
  6. Virus,agen biologi terkecil,mis virus (Influensa,virus hepatitis)

Agen biotis ditentukan  faktor :

  1. Patogenisiti : kemampuan menimbulkan penyakit (patogen/apatogen)
  2. Virulensi     : menyebabkan penyakit berat (virulen/avirulen)
  3. Antigenisiti : merangsag mekanismr pertahanan tubuh
  4. Infektifiti    : invasi, menyesuaikan diri, menetap & berkembang biak dlm pejamu (

Faktor yang menentukan dari host (pejamu) :

  1. Umur (faktor paling penting) : Anak kecil poliomyelitis ringan tanpa gejala, Dewasa kebal penyakit ttt (mis meningitis jarang > 25 th krn sudah terpajan agen meningokokus sebelumnya
  2. Jenis kelamin : tumor prostat pada laki-laki
  3. Ras : hemofilia pada orang Barat
  4. Status perkawinan : resiko meninggal kecelakaan lebih tingggi perjaka dibanding pria berkeluarga
  5. Jenis pekerjaan : manager mental stres, pekerja pabrik timah hitam, merkuri, radio aktif
  6. Kebiasaan hidup : merokok resiko keganasan paru lebih besar

Lingkungan

  1. Fisik : musim,suhu, kelembaban udara, geografi, kota-desa, polusi udara/air
  2. Biologi : jasad renik/mikroorganisme menimbulkan penyakit. Lingkungan mrpk faktor penting mempertahankan kelangsungan hidup agen,mis malaria tidak trjadi di Kathmandu,Nepal, nyamuk penyebar malaria tidak dapat terbang di dataran tinggi.
  3. Sosial dan ekonomi : keadaan sos-ek belum memadai mudah terkena penyakit : infeksi (TBC),kelainan gizi,penduduk padat kekerasan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 3, 2011 in Dasar-Dasar Patologi Penyakit

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: